Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua. Benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.
Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya.
Sombong karena materi sangat mudah terlihat. Sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan lebih sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Cobalah setiap hari, kita memeriksa hati kita. Karena setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan, semua karena karunia dan rahmat-Nya serta karena kehendak-Nya.Kita ini manusia hanya seperti debu, yang suatu saat akan hilang dan lenyap. Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang sangat dalam.
Semoga kita semua dijauhkan dari sifat-sifat demikian, dan mudah mudahan apa yg kita perbuat hanya semata-mata karena Allah SWT.
Dengan bertambahnya usia, tersadar bahwa hidupku ini tidak hanya diriku. Tanggung jawabku tidak hanya diri sendiri. Setiap tindakan harus kupikir masak-masak, karena telah jadi tauladan untuk anak-anak kami, panggil aku......Bunda Flora
Kamis, 27 November 2014
Selasa, 18 November 2014
Teman Atau Bukan?
Sebagai seorang istri dan bunda dari tiga orang anak, fokus utamaku dalam menjalankan kehidupan untuk saat ini hanya kepada mereka berempat. Perkenalan dengan orang-orang baru pun sebagian besar terjadi di lingkungan ketika aku mendampingi anak-anak dan suami.
Pagi itu sekitar pukul 9:20 WIB, SMS masuk ke HP-ku dari seorang perempuan, ibu dari teman Arya berkegiatan luar sekolah,
** xxxx help me dong,,,ada uang simpanan 800rb ga ntr sore lanngsung digantiin mam **
Nama awal yang disebut diawal bukan namaku, tapi panggilan 'mam' adalah panggilan yang beliau biasa sebutkan untuk aku. Segera kujawab SMS beliau,
** Ini SMS buat aku ya? Bundanya Arya. In sya Allah ada mam. Mau diambil atau gimana? **
Bersamaan dengan SMS yang kukirim, masuk lagi SMS dari beliau
** Maaf mam salah kirim **
Tak lama kemudian, masuk lagi SMS beliau, kemungkinan setelah membaca balasan dariku, ** Ya mam perlu bngt,,,ntr sore digantiin mam,,trnsfr aj ya mam klo ada 1jt mam,,,kemadiri apa bca bun tp nama suami bun **
Sejenak kuberpikir, ikhlaskah aku memberi pinjaman dalam hitungan jam dengan resiko pinjaman tersebut tidak dibayar tepat waktu atau malah tidak dibayar sama sekali?
Kutanya hati nurani ini, jawabnya bantu saja, ikhlaskan bila tidak diganti, ini ujian buat kami apakah kami bisa berteman atau sekedar sebagai kenalan biasa.
Bismillah....kutanya nomor rekeningnya, ternyata beliau tidak punya rekening di bank, semua atas nama suaminya. Walau agak heran dengan kondisi ini, kutransfer dana yang dibutuhkan.
Pukul 20:10 WIB kuterima lagi SMS dari beliau,
** Bun,,,sbelumnya mhn maaf,,sy baru arah plg dari klp gading takut kemalaman sampe rmh,,bsk pagi aj ya bun,,,,skalian sy minta tlg rek nya bun soalnya bsk ada survyan sblm 8 dimanggarai nti sy trnsfr dari jln bun,,skali lg maaf ya bun n trims **
Kujawab tidak masalah sambil kuberi nomor rekeningku. Anehnya tidak ada sedikitpun keraguan di hati ini, mungkin karena sejak awal aku sudah paham akan resikonya.
Pukul 21:29 WIB aku menerima SMS notification dari Bank sejumlah uang yang aku pinjamkan.
Keesokan harinya beliau SMS aku memberitahukan bahwa uang sudah ditransfer semalam dan mengucapkan banyak terima kasih.
Ya Rabb, syukurku panjatkan padaMU, bertambah lagi seorang temanku yang memiliki nilai hidup yang sama dengan kami, jujur dan tepat janji, alhamdulillah.
Catatan buat yang berkenan membaca:
Cerita ini kubagi untuk mengambil pesan positifnya, mohon abaikan bila ada kesan negatif dari tulisan ini.
Jumat, 07 November 2014
Life is about hope
Duduk berjam-jam setiap hari, selama seminggu belakangan ini, bisa menjadi tempat untuk belajar. Kali ini aku belajar mengenai cinta kasih dan harapan.
Rumah sakit ini hanya punya seorang psikolog, jadwal prakteknya pun hanya hari Selasa dan Jumat, dalam sehari pasien yang mau diterapi pun sangat terbatas. Ternyata alasan utama membatasi pasien. Karena psikolog membawa masalah yang dihadapi pasiennya ke dalam hati, sehingga ada keterbatasan jumlah agar tidak terjadi kelelahan batin beliau.
Sejak Jumat lalu Kami minta jadwal, baru siang ini jadwal didapat. Psikolog mengunjungi mama dan memulai bercakapan, berupaya keras mengungkapkan kendala batin yang dihadapi mama, lebih dari 30 menit mengajak mama untuk berbicara, tak lebih dari 10 kata yang dikeluarkan dan sebagian besar hanya jawaban "iya".
Ayukku diajak bicara oleh psikolog, hampir satu jam. Psikolog sampai pada satu kesimpulan, aksi mama tidak mau untuk sekedar berupaya untuk makan atau sekedar memiringkan tubuhnya bukan karena depresi seperti dugaan semua, namun karena mama sudah dalam fase "hopeless". Rasa itu datang dari dalam diri mama sendiri. Beliau memiliki stigma bahwa tidak ada lagi harapan untuk dirinya untuk terus hidup.
Terapi tidak mungkin lagi diteruskan, kami diminta untuk berupaya agar mama jangan sampai merasa "lonely". Kami diminta terus mendampingi beliau sekalipun beliau hanya berbaring dan terus mengajak bicara dan cerita, walau mama hanya diam saja.
Ya Rabb...Kau tunjukkan pada kami kesabaran untuk terus mencintai mama, menanamkan harapan atas kesembuhan mama.
Ya Rabb....kami Ikhlas atas semua ini, Kami yakin Kau akan memberikan yang terbaik untuk mama. Aamiin
Rumah sakit ini hanya punya seorang psikolog, jadwal prakteknya pun hanya hari Selasa dan Jumat, dalam sehari pasien yang mau diterapi pun sangat terbatas. Ternyata alasan utama membatasi pasien. Karena psikolog membawa masalah yang dihadapi pasiennya ke dalam hati, sehingga ada keterbatasan jumlah agar tidak terjadi kelelahan batin beliau.
Sejak Jumat lalu Kami minta jadwal, baru siang ini jadwal didapat. Psikolog mengunjungi mama dan memulai bercakapan, berupaya keras mengungkapkan kendala batin yang dihadapi mama, lebih dari 30 menit mengajak mama untuk berbicara, tak lebih dari 10 kata yang dikeluarkan dan sebagian besar hanya jawaban "iya".
Ayukku diajak bicara oleh psikolog, hampir satu jam. Psikolog sampai pada satu kesimpulan, aksi mama tidak mau untuk sekedar berupaya untuk makan atau sekedar memiringkan tubuhnya bukan karena depresi seperti dugaan semua, namun karena mama sudah dalam fase "hopeless". Rasa itu datang dari dalam diri mama sendiri. Beliau memiliki stigma bahwa tidak ada lagi harapan untuk dirinya untuk terus hidup.
Terapi tidak mungkin lagi diteruskan, kami diminta untuk berupaya agar mama jangan sampai merasa "lonely". Kami diminta terus mendampingi beliau sekalipun beliau hanya berbaring dan terus mengajak bicara dan cerita, walau mama hanya diam saja.
Ya Rabb...Kau tunjukkan pada kami kesabaran untuk terus mencintai mama, menanamkan harapan atas kesembuhan mama.
Ya Rabb....kami Ikhlas atas semua ini, Kami yakin Kau akan memberikan yang terbaik untuk mama. Aamiin
Rabu, 05 November 2014
Ketika mama mulai pikun
Selagi mama dimandikan oleh suster sore ini di RS Mitra Keluarga terjadi percakapan antara mama dan suster.
Suster: Ibu anaknya berapa?
Mama: delapan
Suster: cucunya berapa bu?
Mama: sepuluh
Suster: Dari delapan anak itu ada sepuluh cucu?
Mama: eh, anak tujuh
Suster: jadi kalau lebaran ramai?
Mama: Ramai, rumah penuh. Suster nanti ke rumah ya kalau lebaran
Suster: nanti disediain apa?
Mama: Disediain ketupat, Bener ya datang ke rumah
Ah mama, kami anak-anak mama pun sudah mulai terlupakan.
Syafakillahumma ma!
Suster: Ibu anaknya berapa?
Mama: delapan
Suster: cucunya berapa bu?
Mama: sepuluh
Suster: Dari delapan anak itu ada sepuluh cucu?
Mama: eh, anak tujuh
Suster: jadi kalau lebaran ramai?
Mama: Ramai, rumah penuh. Suster nanti ke rumah ya kalau lebaran
Suster: nanti disediain apa?
Mama: Disediain ketupat, Bener ya datang ke rumah
Ah mama, kami anak-anak mama pun sudah mulai terlupakan.
Syafakillahumma ma!
Selasa, 28 Oktober 2014
Kita Selalu Punya Pilihan Dalam Bersikap
Kita selalu punya pilihan, mau berpikir positif atau mau berpikir negatif.
Pro kontra kabinet kerja memang terjadi, namun kita punya pilihan, mau bersikap seperti apa.
Di WA group teman2 IPB ada posting untuk dua versi itu:
Versi 1:
Kabinet ini bagus nih buat bahan mikir.
hehehe..gmn jk anak kita dialog dgn sang guru?
Guru : Bud, kenapa Baju nya tidak dimasukkan?
Budi : Pak Presiden ja bajunya ga di masukkan.
Guru : Lalu kenapa merokok di sekolah.
Budi : Lah... menteri j merokok di istana.
Guru : Dasar, kamu! Ya sudah lah, sana masuk ke kelas, teruskan belajarnya biar jdi orang pintar!
Budi : Ngapain Bu...Lah, orang yg tidak lulus SMA ja bisa jadi MENTERI..Gimana sih bu..
Guru : 😤😇
Versi 2:
Kabinet ini bagus nih buat bahan mikir.
hehehe..gmn jk anak kita dialog dgn sang guru?
Guru : Bud, kenapa Baju nya tidak dimasukkan?
Budi : Pak Presiden ja bajunya ga di masukkan.
Guru: aturan di sekolah ini baju dimasukin.kl km udh jd presiden br boleh dikeluarin
Guru : Lalu kenapa merokok di sekolah.
Budi : Lah... menteri j merokok di istana.
Guru: aturan di sekolah ini tdk ada yg merokok.kl km udh jd mentri br boleh merokok kl km mau
Guru : Dasar, kamu! Ya sudah lah, sana masuk ke kelas, teruskan belajarnya biar jdi orang pintar!
Budi : Ngapain Bu...Lah, orang yg tidak lulus SMA aja bisa jadi MENTERI..Gimana sih bu..
Guru: hanya 1 dari yg tdk lulus SMA jd mentri sisanya jd buruh rendahan. Terserah kamu mau gmn krn peluang jd mentri hy 1 per sekian...sementara jd buruh rendahan segitu besarnya.
Pasti pada sahabatku tahu, aku akan pilih versi yang manakan?
Pro kontra kabinet kerja memang terjadi, namun kita punya pilihan, mau bersikap seperti apa.
Di WA group teman2 IPB ada posting untuk dua versi itu:
Versi 1:
Kabinet ini bagus nih buat bahan mikir.
hehehe..gmn jk anak kita dialog dgn sang guru?
Guru : Bud, kenapa Baju nya tidak dimasukkan?
Budi : Pak Presiden ja bajunya ga di masukkan.
Guru : Lalu kenapa merokok di sekolah.
Budi : Lah... menteri j merokok di istana.
Guru : Dasar, kamu! Ya sudah lah, sana masuk ke kelas, teruskan belajarnya biar jdi orang pintar!
Budi : Ngapain Bu...Lah, orang yg tidak lulus SMA ja bisa jadi MENTERI..Gimana sih bu..
Guru : 😤😇
Versi 2:
Kabinet ini bagus nih buat bahan mikir.
hehehe..gmn jk anak kita dialog dgn sang guru?
Guru : Bud, kenapa Baju nya tidak dimasukkan?
Budi : Pak Presiden ja bajunya ga di masukkan.
Guru: aturan di sekolah ini baju dimasukin.kl km udh jd presiden br boleh dikeluarin
Guru : Lalu kenapa merokok di sekolah.
Budi : Lah... menteri j merokok di istana.
Guru: aturan di sekolah ini tdk ada yg merokok.kl km udh jd mentri br boleh merokok kl km mau
Guru : Dasar, kamu! Ya sudah lah, sana masuk ke kelas, teruskan belajarnya biar jdi orang pintar!
Budi : Ngapain Bu...Lah, orang yg tidak lulus SMA aja bisa jadi MENTERI..Gimana sih bu..
Guru: hanya 1 dari yg tdk lulus SMA jd mentri sisanya jd buruh rendahan. Terserah kamu mau gmn krn peluang jd mentri hy 1 per sekian...sementara jd buruh rendahan segitu besarnya.
Pasti pada sahabatku tahu, aku akan pilih versi yang manakan?
Jumat, 17 Oktober 2014
Macam-macam Persahabatan
7 macam persahabatan, namun hanya 1, yang sampai hingga Akhirat dan Abadi
1. "Ta'aruffan", adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.
2. "Taariiihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama, sekolah bersama dan kerja bersama dan sebagainya.
3. "Ahammiyyatan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada sesuatu utk dicapai dan sebagainya.
4. "Faarihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.
5. "Amalan", adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama-sama dokter, guru, dan sebagainya.
6. "Aduwwan", adalah seolah sahabat tetapi musuh, didepan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya...
"Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang"
7. "Hubban Iimaanan", adalah sebuah ikatan persahabat yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah tanpa diminta, membantu dg spontan, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.
Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.
Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 - 6 akan sirna di Akhirat. Yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah..dan tulus adanya..
"Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan" (QS 43 : 67).
Teman yang selalu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran...mari kita cari dan perbanyak teman yang ke 7 ini
1. "Ta'aruffan", adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.
2. "Taariiihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama, sekolah bersama dan kerja bersama dan sebagainya.
3. "Ahammiyyatan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada sesuatu utk dicapai dan sebagainya.
4. "Faarihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.
5. "Amalan", adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama-sama dokter, guru, dan sebagainya.
6. "Aduwwan", adalah seolah sahabat tetapi musuh, didepan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya...
"Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang"
7. "Hubban Iimaanan", adalah sebuah ikatan persahabat yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah tanpa diminta, membantu dg spontan, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.
Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.
Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 - 6 akan sirna di Akhirat. Yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah..dan tulus adanya..
"Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan" (QS 43 : 67).
Teman yang selalu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran...mari kita cari dan perbanyak teman yang ke 7 ini
Senin, 13 Oktober 2014
Life Lesson #2 Peran Ibu yang Tak Akan Bisa Tergantikan
Cerita ini di posting di WA Group #ODOJ3204, kuposting ulang di blog-ku di hari ini, tanggal 14 Oktober 2014, bertepatan dengan ulang tahun mama yang ke 72, karena kisah ini membuat ku menangis ketika membacanya.
Mama/Ibu/Bunda/Umi/Emak/Apapun kita menyebutnya.....terima kasih banyak untuk semua cinta kasih yang telah kau curahkan untuk kami semua.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anakku, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anakku.
Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anakku masih tertidur. Ohhh aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anakku yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.
Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, aku langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimutdan?.... di sanalah sumber "masalah"nya sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!
Ya Allah, Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anakku yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat.
"Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya . Karena aku takut mie"nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainanku, aku minta maaf, ayah.
Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku, tetapi, aku tidak ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangisku. Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, kupeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.
Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.
Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, aku mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.
Namun, belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, ayah".
Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu.
Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis,aku yakin , jika istriku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!
Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.
Mereka menelponku dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anakku telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anakku lagi, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena aku merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, ayah". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.
Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah aku mendorong anakku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk ibu...."
Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. Ya Allah tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?" Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus". Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan.
Aku bilang pada anakku, "Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada ibu. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, namun aku jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.
Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur "ibu sayang", Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara "Pertunjukan Bakat" di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi aku tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.
Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencariku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.
Ibu, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua. Tapi bu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat kamu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul ?
Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena aku tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istriku
Note : Untuk para suami dan laki-laki, yang telah dianugerahi seorang istri/pasangan yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari pada istrimu. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.
Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yang bisa menggantikannya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Love you Ma....Happy Birthday!
Rabu, 17 September 2014
SUNGGUH HERAN
Sungguh heran..
Ada yang tidak mau sholat..
Padahal iblis diusir dari surga karena tidak mau sujud 1x karena kesombongannya..
Lantas bagaimana dengan orang yang tidak mau sujud 34x dalam sehari dengan sombongnya..
Sungguh heran..
Ada orang yang sombong dan sangat berbangga diri dengan segala yang ada pada dirinya..
Padahal kemarin dia adalah air mani dan esok akan menjadi bangkai..
Sungguh heran..
Ada yang menutupi mobilnya karena takut lecet dan berdebu..
Tapi membiarkan anak istrinya terbuka tanpa hijab..
Sungguh heran..
Ada yang pergi pagi pulang malam untuk mengejar rizkinya..
Tapi tidak pernah datang ke 'rumah' Sang pemberi rizki untuk berjamaah..
Sungguh heran..
Ada yang berjuang mati-matian untuk membangun rumah di dunia..
Tapi ia lupa membangun rumah abadinya di akherat..
Sungguh heran..
Dia tahu pasti jika dunia ini adalah jembatan menuju akherat..
Tapi ia masih saja sibuk membangun istana di atas jembatan..
Ketahuilah saudaraku..
Sungguh engkau pasti mati..
Setelah itu rumahmu bukan lagi milikmu..
Hartamu menjadi milik ahlimu..
Lantas engkau..
Apa yang sekarang terjadi dengan mu?
Apa yang tersisa dari milikmu?
Amalan apa yang telah engkau bawa menghadap Rabb-mu?
Menyesal..??
Sekarang mengharap dimasukkan surga..tanpa bekal??
Sekarang berharap sangat dibebaskan dari hisab dan adzab..tanpa amal??
Sungguh engkau telah TERLAMBAT..
Sungguh engkau telah TERTIPU..
Sungguh engkau telah BINASA..
Dan tinggallah sendiri menanggung dosa dan kesalahan yang tak termaafkan.
"...Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu." ﴾al-Baqarah, 13)
"(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau..DAN KEHIDUPAN DUNIA TELAH MENIPU MEREKA".
Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dgn hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami." ﴾al A'raf, 51﴿
» Ampuni kami ya Allah, kami telah lalai... (Copas dari ust Abdul Aziz, trainner sholat
Ada yang tidak mau sholat..
Padahal iblis diusir dari surga karena tidak mau sujud 1x karena kesombongannya..
Lantas bagaimana dengan orang yang tidak mau sujud 34x dalam sehari dengan sombongnya..
Sungguh heran..
Ada orang yang sombong dan sangat berbangga diri dengan segala yang ada pada dirinya..
Padahal kemarin dia adalah air mani dan esok akan menjadi bangkai..
Sungguh heran..
Ada yang menutupi mobilnya karena takut lecet dan berdebu..
Tapi membiarkan anak istrinya terbuka tanpa hijab..
Sungguh heran..
Ada yang pergi pagi pulang malam untuk mengejar rizkinya..
Tapi tidak pernah datang ke 'rumah' Sang pemberi rizki untuk berjamaah..
Sungguh heran..
Ada yang berjuang mati-matian untuk membangun rumah di dunia..
Tapi ia lupa membangun rumah abadinya di akherat..
Sungguh heran..
Dia tahu pasti jika dunia ini adalah jembatan menuju akherat..
Tapi ia masih saja sibuk membangun istana di atas jembatan..
Ketahuilah saudaraku..
Sungguh engkau pasti mati..
Setelah itu rumahmu bukan lagi milikmu..
Hartamu menjadi milik ahlimu..
Lantas engkau..
Apa yang sekarang terjadi dengan mu?
Apa yang tersisa dari milikmu?
Amalan apa yang telah engkau bawa menghadap Rabb-mu?
Menyesal..??
Sekarang mengharap dimasukkan surga..tanpa bekal??
Sekarang berharap sangat dibebaskan dari hisab dan adzab..tanpa amal??
Sungguh engkau telah TERLAMBAT..
Sungguh engkau telah TERTIPU..
Sungguh engkau telah BINASA..
Dan tinggallah sendiri menanggung dosa dan kesalahan yang tak termaafkan.
"...Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu." ﴾al-Baqarah, 13)
"(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau..DAN KEHIDUPAN DUNIA TELAH MENIPU MEREKA".
Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dgn hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami." ﴾al A'raf, 51﴿
» Ampuni kami ya Allah, kami telah lalai... (Copas dari ust Abdul Aziz, trainner sholat
Rabu, 27 Agustus 2014
Work at home
Employees Who Work At Home Are More Productive Than Office-Dwellers
http://www.forbes.com/sites/groupthink/2014/08/27/employees-who-work-at-home-are-more-productive-than-office-dwellers/
http://www.forbes.com/sites/groupthink/2014/08/27/employees-who-work-at-home-are-more-productive-than-office-dwellers/
Minggu, 17 Agustus 2014
Amalan Manusia Setelah Wafat
Dalam perjalanan Dari Bandung menuju Jakarta bersama para sahabat yang kakak beradik pada Sabtu malam kemarin, kami berbincang berbagai hal hingga sampai pada perbincangan mengenai topik amal setelah manusia wafat.
Rasulullah bersabda "Jika manusia mati maka terputuslah amalnya, kecuali tiga: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang mendoakannya". (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Salah satu anugerah Allah yang besar terhadap hamba-NYA adalah dengan memberikan kepada mereka pintu kebaikan dan kebajikan. Jika seorang hamba melakukan amalan kebaikan dan kebajikan, maka ia mendapat pahala kebaikan di dalam kehidupan dunia, dan juga pahala baginya setelah kematian. Bagi penghuni kubur, amalan mereka telah terputus. Amalan yang telah dilakukan selama hidupnya akan dihisab dan diberi pahala. Sementara ada pula yang mendapatkan taufik di dalam kuburnya karena kebaikan dan pahala terus mengalir kepadanya. Dia sudah tak lagi beramal, namun pahala baginya tidak pernah terhenti, derajatnya diangkat, kebaikannya semakin tumbuh dan pahalanya semakin berlipat ganda, padahal ia telah terbaring di dalam kuburnya. Alangkah bahagianya jika kita termasuk kaum yang demikian itu.
Sebagai seorang anak, aku tentu selalu ingin mendoakan orangtua kami, baik ketika mereka masih ada atau setelah mereka wafat. Pada tiap zikirku, di setiap sholatku permohonan ampun atas dosa-dosa orang tua kami selalu kupanjatkan. Al Fatihah dan permohonan di lapangkan kuburnya dan dijauhkan Almarhum ayah mertuaku senantiasa kami lafadz bersama ketiga anak kami selepas sholat berjamaah. Semoga Allah SWT mengabulkan pinta kami.
Semakin aku mendalami ayat-ayat Al Quran, semakin aku yakin bahwa setiap pertanyaan yang muncul dalam benakku ada dalam Al Quran. Lalu mengapa kita masih percaya dan menyakinin hal-hal dan tradisi yang bertentangan dengan Islam?
Selagi masih ada umur, selagi masih ada kesempatan, aku ingin selalu bisa belajar dan belajar dan belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik dan dapat berbagi dalam kebajikan dan kebaikan, terutama dengan suami dan anak-anakku. Apa lagi teknologi semakin mempermudah kita mencari segala informasi, jadi tidak ada lagi alasan untuk bilang "enggak tahu".
Menyampaikan hal yang baik menurut Islam seringkali menjadi tantangan apa lagi bila disampaikan pada pasangan hidup yang telah dididik dengan cara berbeda dan kurangnya pemahaman terhadap Islam, mendepankan tradisi yang berazaskan "kejawen". Seperti kejadian yang kualami pagi ini. Aku hanya mampu mengingatkan Dia.
Aku yakin Allah punya maksud lain, ketika para wali songo belum tuntas mentransisikan pengamalan ajaran Islam.
Tradisi peringatan 1 - 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari menjadi sandungan dalam kehidupan kami. Saat ini kuyakini, peringatan-peringatan tersebut lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya.
Keingin-tahuan mengenai asal muasal peringatan-peringatan tersebut membawaku pada pada informasi bahwa peringatan empat puluh hari itu adalah adat Fir’aun. Dahulu terjadi di hadapan Fir’aun-fir’aun sebelum Islam, kemudian menyebar dari mereka dan berjalan ke kalangan selain mereka. Dan peringatan (empat puluh hari kematian) itu adalah bid’ah munkaroh (hal yang diada-adakan secara baru –dalam agama– yang buruk), tidak ada asal mula baginya dalam Islam, (maka) ditolak oleh hadits yang tetap (kuat riwayatnya) dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa mengada-ngada sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kami, padahal kami tidak perintahkan, maka hal itu tertolak.” (HR Muslim)
Mengenang (memperingati) mayit dan meratapinya dengan cara yang ada sekarang, berupa kumpul-kumpul untuk itu, dan keterlaluan dalam menyanjungnya, itu tidak boleh. Karena ada hadits yang diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah dan dishahihkan al-Hakim dari hadits Abdullah bin Abi Aufa, ia berkata:
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْهَى عَنْ الْمَرَاثِي
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang al maratsi (meratapi mayit). (Diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah dan dishahihkan al-Hakim dari hadits Abdullah bin Abi Aufa)
Dan (tidak boleh pula) tatkala dalam penyebutan sifat-sifat mayit berupa kebanggaan pada umumnya dan memperbarui duka cita dan membangkitkan kesedihan.
Adapun sekadar memuji mayit ketika menyebutnya, atau lewatnya jenazah, atau untuk mengenalkannya, dengan menyebut perbuatan-perbuatannya yang besar dan semacam itu, yang menyerupai ratapan sebagian sahabat karena kematian seseorang dan lainnya, maka boleh. Karena ada hadits yang tetap (kuat riwayatnya) dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
مَرُّوا بِجَنَازَةٍ فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا خَيْرًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَبَتْ ثُمَّ مَرُّوا بِأُخْرَى فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا شَرًّا فَقَالَ وَجَبَتْ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا وَجَبَتْ قَالَ هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا فَوَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ
“Mereka (para sahabat) pernah melewati satu jenazah lalu mereka menyanjungnya dengan kebaikan. Maka Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “wajabat” (Pasti baginya). Kemudian mereka melewati jenazah yang lain lalu mereka menyebutnya dengan keburukan, maka Beliaupun bersabda: “Pasti baginya”. Maka kemudian ‘Umar bin Al Khaththab radliallahu ‘anhu bertanya: “Apa yang dimaksud “wajabat” (pasti baginya)?. Beliau menjawab: “Jenazah pertama kalian sanjung dengan kebaikan, maka pasti baginya masuk surga sedang jenazah kedua kalian menyebutnya dengan keburukan, berarti dia masuk neraka karena kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi”. (HR Ahmad, Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasaai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Baihaqi, dan al-Baghawi). (Al-Lajnah Ad-Daaimah juz 11 halaman 165, fatwa nomor (2612)
Syaikh Abu Thariq Al-Buwaihiyawi Abdullah Hashruf Al Jazairy menjelaskan bid’ah empat puluhan (peringatan orang mati pada hari keempat puluh, Jawa :matang puluh, pen) itu adalah adat Fir’auniyah yaitu mayit baru dikubur setelah 40 hari dari pembalsemannya, dan tampak bagi ahli-ahli pembalseman dari orang yang memiliki keahlian dan pengalaman, mereka berpandangan bahwa jangka (40 hari) ini telah cukup untuk menyela-nyelai bahan pembalseman ke jasad mummi, dan jauh dari pembusukan atau lembek setelah dipendam. Mereka menyambut pelayat dua kali: pertama ketika wafatnya, dan yang kedua setelah dikuburkannya. Adat ini masih tersisa di Mesir setelah memeluk agama Masehi berhalais. Dan masih tersisa pula di kalangan orang-orang awam dari pengikut taqlid buta setelah masuknya Islam ke Mesir, kemudian tersebarlah sisa adat Fir’aun itu ke seluruh dunia Islam.
Dalam buku media Hindu yang berjudul : “Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa, serpihan yang tertinggal” karya Ida Bedande Adi Suripto, ia mengatakan: “Upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang Jawa hari ke 1, 7, 40, 100, dan 1000 hari, jelas adalah ajaran Hindu”.
Mungkin kita sebagai umat muslim mengamalkan amalan-amalan yang kita tidak mengetahui dasarnya di dalam agama Islam, mungkin kita hanya mengikuti tradisi dari orang-orang sebelum kita.
Allah SWT pun menegaskan :
”Dan apabila dikatakan kepada mereka :”Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”. Mereka menjawab: ”(Tidak)" tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (QS Al Baqoroh ayat 170).
Dalam doaku, bukakanlah pintu hati Dia agar tidak melakukan hal-hal yang tidak berdasarkan pada Al Quran dan Al Hadist shohih, aamiin.
Rasulullah bersabda "Jika manusia mati maka terputuslah amalnya, kecuali tiga: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang mendoakannya". (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Salah satu anugerah Allah yang besar terhadap hamba-NYA adalah dengan memberikan kepada mereka pintu kebaikan dan kebajikan. Jika seorang hamba melakukan amalan kebaikan dan kebajikan, maka ia mendapat pahala kebaikan di dalam kehidupan dunia, dan juga pahala baginya setelah kematian. Bagi penghuni kubur, amalan mereka telah terputus. Amalan yang telah dilakukan selama hidupnya akan dihisab dan diberi pahala. Sementara ada pula yang mendapatkan taufik di dalam kuburnya karena kebaikan dan pahala terus mengalir kepadanya. Dia sudah tak lagi beramal, namun pahala baginya tidak pernah terhenti, derajatnya diangkat, kebaikannya semakin tumbuh dan pahalanya semakin berlipat ganda, padahal ia telah terbaring di dalam kuburnya. Alangkah bahagianya jika kita termasuk kaum yang demikian itu.
Sebagai seorang anak, aku tentu selalu ingin mendoakan orangtua kami, baik ketika mereka masih ada atau setelah mereka wafat. Pada tiap zikirku, di setiap sholatku permohonan ampun atas dosa-dosa orang tua kami selalu kupanjatkan. Al Fatihah dan permohonan di lapangkan kuburnya dan dijauhkan Almarhum ayah mertuaku senantiasa kami lafadz bersama ketiga anak kami selepas sholat berjamaah. Semoga Allah SWT mengabulkan pinta kami.
Semakin aku mendalami ayat-ayat Al Quran, semakin aku yakin bahwa setiap pertanyaan yang muncul dalam benakku ada dalam Al Quran. Lalu mengapa kita masih percaya dan menyakinin hal-hal dan tradisi yang bertentangan dengan Islam?
Selagi masih ada umur, selagi masih ada kesempatan, aku ingin selalu bisa belajar dan belajar dan belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik dan dapat berbagi dalam kebajikan dan kebaikan, terutama dengan suami dan anak-anakku. Apa lagi teknologi semakin mempermudah kita mencari segala informasi, jadi tidak ada lagi alasan untuk bilang "enggak tahu".
Menyampaikan hal yang baik menurut Islam seringkali menjadi tantangan apa lagi bila disampaikan pada pasangan hidup yang telah dididik dengan cara berbeda dan kurangnya pemahaman terhadap Islam, mendepankan tradisi yang berazaskan "kejawen". Seperti kejadian yang kualami pagi ini. Aku hanya mampu mengingatkan Dia.
Aku yakin Allah punya maksud lain, ketika para wali songo belum tuntas mentransisikan pengamalan ajaran Islam.
Tradisi peringatan 1 - 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari menjadi sandungan dalam kehidupan kami. Saat ini kuyakini, peringatan-peringatan tersebut lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya.
Keingin-tahuan mengenai asal muasal peringatan-peringatan tersebut membawaku pada pada informasi bahwa peringatan empat puluh hari itu adalah adat Fir’aun. Dahulu terjadi di hadapan Fir’aun-fir’aun sebelum Islam, kemudian menyebar dari mereka dan berjalan ke kalangan selain mereka. Dan peringatan (empat puluh hari kematian) itu adalah bid’ah munkaroh (hal yang diada-adakan secara baru –dalam agama– yang buruk), tidak ada asal mula baginya dalam Islam, (maka) ditolak oleh hadits yang tetap (kuat riwayatnya) dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa mengada-ngada sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kami, padahal kami tidak perintahkan, maka hal itu tertolak.” (HR Muslim)
Mengenang (memperingati) mayit dan meratapinya dengan cara yang ada sekarang, berupa kumpul-kumpul untuk itu, dan keterlaluan dalam menyanjungnya, itu tidak boleh. Karena ada hadits yang diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah dan dishahihkan al-Hakim dari hadits Abdullah bin Abi Aufa, ia berkata:
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْهَى عَنْ الْمَرَاثِي
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang al maratsi (meratapi mayit). (Diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah dan dishahihkan al-Hakim dari hadits Abdullah bin Abi Aufa)
Dan (tidak boleh pula) tatkala dalam penyebutan sifat-sifat mayit berupa kebanggaan pada umumnya dan memperbarui duka cita dan membangkitkan kesedihan.
Adapun sekadar memuji mayit ketika menyebutnya, atau lewatnya jenazah, atau untuk mengenalkannya, dengan menyebut perbuatan-perbuatannya yang besar dan semacam itu, yang menyerupai ratapan sebagian sahabat karena kematian seseorang dan lainnya, maka boleh. Karena ada hadits yang tetap (kuat riwayatnya) dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
مَرُّوا بِجَنَازَةٍ فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا خَيْرًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَبَتْ ثُمَّ مَرُّوا بِأُخْرَى فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا شَرًّا فَقَالَ وَجَبَتْ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا وَجَبَتْ قَالَ هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا فَوَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ
“Mereka (para sahabat) pernah melewati satu jenazah lalu mereka menyanjungnya dengan kebaikan. Maka Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “wajabat” (Pasti baginya). Kemudian mereka melewati jenazah yang lain lalu mereka menyebutnya dengan keburukan, maka Beliaupun bersabda: “Pasti baginya”. Maka kemudian ‘Umar bin Al Khaththab radliallahu ‘anhu bertanya: “Apa yang dimaksud “wajabat” (pasti baginya)?. Beliau menjawab: “Jenazah pertama kalian sanjung dengan kebaikan, maka pasti baginya masuk surga sedang jenazah kedua kalian menyebutnya dengan keburukan, berarti dia masuk neraka karena kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi”. (HR Ahmad, Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasaai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Baihaqi, dan al-Baghawi). (Al-Lajnah Ad-Daaimah juz 11 halaman 165, fatwa nomor (2612)
Syaikh Abu Thariq Al-Buwaihiyawi Abdullah Hashruf Al Jazairy menjelaskan bid’ah empat puluhan (peringatan orang mati pada hari keempat puluh, Jawa :matang puluh, pen) itu adalah adat Fir’auniyah yaitu mayit baru dikubur setelah 40 hari dari pembalsemannya, dan tampak bagi ahli-ahli pembalseman dari orang yang memiliki keahlian dan pengalaman, mereka berpandangan bahwa jangka (40 hari) ini telah cukup untuk menyela-nyelai bahan pembalseman ke jasad mummi, dan jauh dari pembusukan atau lembek setelah dipendam. Mereka menyambut pelayat dua kali: pertama ketika wafatnya, dan yang kedua setelah dikuburkannya. Adat ini masih tersisa di Mesir setelah memeluk agama Masehi berhalais. Dan masih tersisa pula di kalangan orang-orang awam dari pengikut taqlid buta setelah masuknya Islam ke Mesir, kemudian tersebarlah sisa adat Fir’aun itu ke seluruh dunia Islam.
Dalam buku media Hindu yang berjudul : “Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa, serpihan yang tertinggal” karya Ida Bedande Adi Suripto, ia mengatakan: “Upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang Jawa hari ke 1, 7, 40, 100, dan 1000 hari, jelas adalah ajaran Hindu”.
Mungkin kita sebagai umat muslim mengamalkan amalan-amalan yang kita tidak mengetahui dasarnya di dalam agama Islam, mungkin kita hanya mengikuti tradisi dari orang-orang sebelum kita.
Allah SWT pun menegaskan :
”Dan apabila dikatakan kepada mereka :”Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”. Mereka menjawab: ”(Tidak)" tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (QS Al Baqoroh ayat 170).
Dalam doaku, bukakanlah pintu hati Dia agar tidak melakukan hal-hal yang tidak berdasarkan pada Al Quran dan Al Hadist shohih, aamiin.
Senin, 11 Agustus 2014
Sebuah Tanggapan Atas broadcast message "SURAT TERBUKA UNTUK PAK SBY DARI KAMI SISWA SISWI SE-INDONESIA"
Awalnya pagi ini karena tergelitik membaca broadcast message salah satu sahabatku di WA group dan karena kami dulu selalu bersekolah yang sama di SD, SMP dan SMA, otomatis aku membaca tiga kali bc-nya. Isi bc-nya begini:
Bc dr group sebelah:AssWrWb... Pagi temans, ({}) SURAT TERBUKA UNTUK PAK SBY DARI KAMI SISWA SISWI SE-INDONESIA Kpd Yth Bapak Presiden SBY yang kami cintai. Kurikulum 2013. Kami capek pak Dengan kurikulum 2013 yang memaksa kami untuk menguasai hampir 18 pelajaran. Kami butuh tidur, refreshing otak, kami bukan robot kami manusia pak, kami makan nasi bukan makan besi. Tolong kami pak. Masuk jam 7. Kami harus bangun lebih pagi dari orang kantoran pak. Belum lagi macet yang mengelilingi kami. Guru boleh telat kenapa anak murid nya tidak boleh telat? Kenapa kita harus menguasai seluruh mata pelajaran yang bukan minat kita pak? Pembelajaran di negri ini sangat aneh, tidak mendidik apa yang anak bakati, malah di suruh mati-matian untuk menguasai materi yang kadang bikin kita bosen pak, Kami itu manusia pak, bukan tikus Percobaan. Kami itu ingin mengejar cita-cita dengan bakat kita pak, bukan mengejar nilai yang semua pelajaran nya harus di atas kkm. Tolong katakan pada mentri pendidikan pak. Kami bukan robot !!#Yang setuju lanjutkan BC, :) (y)Udah UN 20 paket. Kurikulum 2013 kurang fasilitas. Masuk pukul 07.00 pulang pukul 15.30 . Exclude les dan ngerjain PR. Sekarang MAU SABTU juga MASUK SEKOLAH? Pak.. Bu.. Kami PELAJAR hanyalah manusia!! Bukan ROBOT yg bisa berfungsi 24 jam nonstop!! Gak semua anak kapasitas belajarnya sama!! Gak semua anak kapasitas otaknya sama!! Lelah fisik? IYA!! Capek batin? IYA!! Ayo lanjutin broadcast ini ke contact kalian biar nyampe ke Media, Pemerintah, Khususnya Bapak Kemendikbud (Mohammad Nuh) dan Kak SETO dll
Biasanya aku kurang perduli sama bc yang tidak terkait dengan anak hilang atau donor darah, tapi kali ini, aku merasa perlu menanggapi karena keperdulianku terhadap pendidikan anak di Indonesia.
Mulailah kutulis tanggapanku:
Teman,....udah baca isi buku paket kurikulum 2013? Aku punya yang versi Elektronik....untuk kelas 7 dan 8...sebaiknya kita pelajari dulu sebelum broadcast message dari sender yang enggak jelas.
Beberapa waktu yang lalu, bunda dan ayah di Lingkungan Kami juga mau protes. Lalu Kami berupaya cari tahu dulu....setelah tahu, kami malah ingin membantu pemerintah untuk sukseskan kurikulum 2013.
Untuk anak SD 70% belajar Attitude.....untuk anakku Arya yang kelas dua saat ini belajar bagaimana hidup rukun .....hingga 7 Minggu kedepan.
Arya tidak dijejali pengetahuan menghafal apalagi berhitung...tapi bagaimana anak2 bersikap antar sesama teman untuk selalu hidup rukun.
Bangun pagi memang disunahkan dalam Islam bukan? Selepas sholat subuh....kita welcoming buat menyambut Rezeki kita...
Yuk mulai Dari diri kita sendiri untuk tidak tersulut dengan hal2 yang tidak jelas dan tidak kitak tahui.....bukankah ayat yang pertama turun "iqra" agar kita senantiasa belajar?
Di kurikulum 2013 untuk anakku Amira, penilaian sikap dilakukan oleh guru, teman2 dan dirinya sendiri. Nilai anak2 bisa bagus tidak hanya dari pengetahuannya tapi juga dari sikapnya. Tidak hanya anak yang pintar/jenius dibidang pengetahuan yang akan cemerlang tapi juga anak2 yang bersikap baik dan positif....jadi semua anak punya kesempatan yang sama sekarang....untuk masuk ITB sekalipun....tahun ini ITB sudah melakukan penilaian sejak dari kelas 7 untuk bisa lolos seleksi.
Memang belum ada tanggapan atas message yang kutulis namun aku ingin kita semua paham apa yang kita diskusikan, sehingga kita bisa berdiskusi secara dewasa dan saling menambah pengetahuan terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak.
Bc dr group sebelah:AssWrWb... Pagi temans, ({}) SURAT TERBUKA UNTUK PAK SBY DARI KAMI SISWA SISWI SE-INDONESIA Kpd Yth Bapak Presiden SBY yang kami cintai. Kurikulum 2013. Kami capek pak Dengan kurikulum 2013 yang memaksa kami untuk menguasai hampir 18 pelajaran. Kami butuh tidur, refreshing otak, kami bukan robot kami manusia pak, kami makan nasi bukan makan besi. Tolong kami pak. Masuk jam 7. Kami harus bangun lebih pagi dari orang kantoran pak. Belum lagi macet yang mengelilingi kami. Guru boleh telat kenapa anak murid nya tidak boleh telat? Kenapa kita harus menguasai seluruh mata pelajaran yang bukan minat kita pak? Pembelajaran di negri ini sangat aneh, tidak mendidik apa yang anak bakati, malah di suruh mati-matian untuk menguasai materi yang kadang bikin kita bosen pak, Kami itu manusia pak, bukan tikus Percobaan. Kami itu ingin mengejar cita-cita dengan bakat kita pak, bukan mengejar nilai yang semua pelajaran nya harus di atas kkm. Tolong katakan pada mentri pendidikan pak. Kami bukan robot !!#Yang setuju lanjutkan BC, :) (y)Udah UN 20 paket. Kurikulum 2013 kurang fasilitas. Masuk pukul 07.00 pulang pukul 15.30 . Exclude les dan ngerjain PR. Sekarang MAU SABTU juga MASUK SEKOLAH? Pak.. Bu.. Kami PELAJAR hanyalah manusia!! Bukan ROBOT yg bisa berfungsi 24 jam nonstop!! Gak semua anak kapasitas belajarnya sama!! Gak semua anak kapasitas otaknya sama!! Lelah fisik? IYA!! Capek batin? IYA!! Ayo lanjutin broadcast ini ke contact kalian biar nyampe ke Media, Pemerintah, Khususnya Bapak Kemendikbud (Mohammad Nuh) dan Kak SETO dll
Biasanya aku kurang perduli sama bc yang tidak terkait dengan anak hilang atau donor darah, tapi kali ini, aku merasa perlu menanggapi karena keperdulianku terhadap pendidikan anak di Indonesia.
Mulailah kutulis tanggapanku:
Teman,....udah baca isi buku paket kurikulum 2013? Aku punya yang versi Elektronik....untuk kelas 7 dan 8...sebaiknya kita pelajari dulu sebelum broadcast message dari sender yang enggak jelas.
Beberapa waktu yang lalu, bunda dan ayah di Lingkungan Kami juga mau protes. Lalu Kami berupaya cari tahu dulu....setelah tahu, kami malah ingin membantu pemerintah untuk sukseskan kurikulum 2013.
Untuk anak SD 70% belajar Attitude.....untuk anakku Arya yang kelas dua saat ini belajar bagaimana hidup rukun .....hingga 7 Minggu kedepan.
Arya tidak dijejali pengetahuan menghafal apalagi berhitung...tapi bagaimana anak2 bersikap antar sesama teman untuk selalu hidup rukun.
Bangun pagi memang disunahkan dalam Islam bukan? Selepas sholat subuh....kita welcoming buat menyambut Rezeki kita...
Yuk mulai Dari diri kita sendiri untuk tidak tersulut dengan hal2 yang tidak jelas dan tidak kitak tahui.....bukankah ayat yang pertama turun "iqra" agar kita senantiasa belajar?
Di kurikulum 2013 untuk anakku Amira, penilaian sikap dilakukan oleh guru, teman2 dan dirinya sendiri. Nilai anak2 bisa bagus tidak hanya dari pengetahuannya tapi juga dari sikapnya. Tidak hanya anak yang pintar/jenius dibidang pengetahuan yang akan cemerlang tapi juga anak2 yang bersikap baik dan positif....jadi semua anak punya kesempatan yang sama sekarang....untuk masuk ITB sekalipun....tahun ini ITB sudah melakukan penilaian sejak dari kelas 7 untuk bisa lolos seleksi.
Memang belum ada tanggapan atas message yang kutulis namun aku ingin kita semua paham apa yang kita diskusikan, sehingga kita bisa berdiskusi secara dewasa dan saling menambah pengetahuan terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak.
Rabu, 23 Juli 2014
Panggilan kepada seseorang adalah doa... #hypnosis
Ketika sedang sibuk pagi ini mempersiapkan penganan buat berbuka bersama anak-anak kelas 7-5 TA 2013/2014 SMP 3 Depok, bunda sempatkan untuk menanyakan seorang sahabat yang sedang dalam perjalanan mudik dari Depok menuju Padang.
Tiba-tiba bunda tersadar, selama ini bunda memanggil namanya dengan mempersingkat menjadi "Wind" nama lengkapnya Windi Tania Rozanov. Ehm.....kenapa memanggilnya dengan "Wind" ya? Kalau dalam bahasa Inggris artinya "Angin". Duh sama juga mendoakan sahabat bunda ini menjadi angin. Seliweran kiri-kanan, atas-bawah, menyejukkan memang, tapi bisa juga jadi bencana kalau menjadi angin puting beliung atau orang lain akan menganggapnya angin lalu...mmmmm....bukan itu harapan bunda.
Ok, mulai pagi ini bunda akan memanggil dia dengan "Win" yang artinya "menang". Teriring harapan dan doa agar sahabat kami Windi menjadi manusia yang menang dalam mendidik anaknya menjadi anak yang sholehah, menang sebagai istri yang taat pada suami, menang dalam melawan kebathilan, menang berjuang dalam mengarungi kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah dan kelak menang mendapatkan jannah yang dijanjikanNYA, aamiin.
Tiba-tiba bunda tersadar, selama ini bunda memanggil namanya dengan mempersingkat menjadi "Wind" nama lengkapnya Windi Tania Rozanov. Ehm.....kenapa memanggilnya dengan "Wind" ya? Kalau dalam bahasa Inggris artinya "Angin". Duh sama juga mendoakan sahabat bunda ini menjadi angin. Seliweran kiri-kanan, atas-bawah, menyejukkan memang, tapi bisa juga jadi bencana kalau menjadi angin puting beliung atau orang lain akan menganggapnya angin lalu...mmmmm....bukan itu harapan bunda.
Ok, mulai pagi ini bunda akan memanggil dia dengan "Win" yang artinya "menang". Teriring harapan dan doa agar sahabat kami Windi menjadi manusia yang menang dalam mendidik anaknya menjadi anak yang sholehah, menang sebagai istri yang taat pada suami, menang dalam melawan kebathilan, menang berjuang dalam mengarungi kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah dan kelak menang mendapatkan jannah yang dijanjikanNYA, aamiin.
Kamis, 17 Juli 2014
ARYA DAN OATMEAL COOKIES
Ramadhan memasuki hari ke 20, karena bunda punya banyak waktu luang yang biasanya dihabiskan di jalan bersama kemacetan, bunda mulai iseng bikin kue kering. Alhamdulillah, anak-anak dan suami senang dengan kue kering buatan bunda. Mereka jadikan cemilan sepulang taraweh atau ketika sahur. Senang rasanya bisa menyajikan jajanan anak-anak yang bersih dan sehat dengan bahan-bahan pilih yang tidak mengandung pemanis buatan ataupun pengawet.
Si Bungsu kami, Arya, memang follower sejatiku. Ternyata Arya tertarik dengan pembuatan kue. BTW, bunda tidak pernah punya pemikiran bahwa yang harus bisa masak itu hanya perempuan. Bunda mendidik anak-anak untuk selalu bisa melakukan apapun, nanti tergantung ketertarikan mereka apa yang akan mereka mau lakukan.
Nah, kemarin Arya berinisiatif untuk membuat oatmeal cookies. Oatmeal memang Makan favorite Arya di pagi hari.
Dengan menggunakan basic recipe bunda, Arya mulai membuatnya.
Bahan-bahan yang Arya gunakan:
gula halus: 175 gr
mentega: 200 gr
terigu: 250 gr
oatmeal: 150 gr
vanilla: 1/2 sdt
kuning telur: 2 butir
Cara membuatnya:
Kocoklah gula halus, mentega, vanilla, dan telur hingga halus dan putih dengan memilih kecepatan tinggi pada mixer.
Masukan terigu dan oatmeal, aduk hingga bisa dipulung.
Siapkanlah loyang yang telah diolesi mentega.
Panaskan oven dengan suhu 375 F.
Ambil adonan...dirollung, Arya pakai cetakan flower terus atasnya dikasih kismis, ceritanya putik sari bunda.
Oven hingga warnanya hampir kekuningan.
Angkat, dinginkan.
Si Bungsu kami, Arya, memang follower sejatiku. Ternyata Arya tertarik dengan pembuatan kue. BTW, bunda tidak pernah punya pemikiran bahwa yang harus bisa masak itu hanya perempuan. Bunda mendidik anak-anak untuk selalu bisa melakukan apapun, nanti tergantung ketertarikan mereka apa yang akan mereka mau lakukan.
Nah, kemarin Arya berinisiatif untuk membuat oatmeal cookies. Oatmeal memang Makan favorite Arya di pagi hari.
Dengan menggunakan basic recipe bunda, Arya mulai membuatnya.
Bahan-bahan yang Arya gunakan:
gula halus: 175 gr
mentega: 200 gr
terigu: 250 gr
oatmeal: 150 gr
vanilla: 1/2 sdt
kuning telur: 2 butir
Cara membuatnya:
Kocoklah gula halus, mentega, vanilla, dan telur hingga halus dan putih dengan memilih kecepatan tinggi pada mixer.
Masukan terigu dan oatmeal, aduk hingga bisa dipulung.
Siapkanlah loyang yang telah diolesi mentega.
Panaskan oven dengan suhu 375 F.
Ambil adonan...dirollung, Arya pakai cetakan flower terus atasnya dikasih kismis, ceritanya putik sari bunda.
Oven hingga warnanya hampir kekuningan.
Angkat, dinginkan.
Sabtu, 12 Juli 2014
Life Lesson #1 - Sudarman
Semalam, ketika kami sekeluarga sedang makan sate dan tongseng bersama di RM Pak Min, gadis-gadisku dengan semangat mulai bercerita mengenai teman mereka yang bernama Sudarman.
Sekar: "Masa bun, di sekolahku ada anak namanya Sudarman, dia kelahiran 1997, tampangnya emang kelihatan lebih tua sih."
Sekar kelahiran Januari 2000, sekarang kelas 8 sementara Amira kelahiran November 2001, sekarang kelas 7, keduanya bersekolah di SMPN 3 Depok.
Sekar: "Mungkin baru punya uang ya Bun buat sekolah?"
Bunda: "Menurut bunda, mungkin karena ada program sekolah negeri wajib menerima murid yang kurang mampu 20% dari jumlah murid yang sekolah terima."
Amira: "Iya ma, bisa jadi. Dia kelasmya di sebelah aku loh, kelas 7-6."
Sekar: "Sudarman ini jualan kacang, ada dua macam, yang satu asin terus satunya manis. Sebenarnya kacangnya enggak terlalu enak, tapi kemarin aku beli 10."
Amira: "Kacangnya tuh di plastik segini nih, harganya seribu satunya. Biasanya dia bawa 2 kantong plastik." Sambil memperagakan ukuran tinggi plastik dengan jarinya."
Sekar: " Sudarman itu kalau nawarin kacangnya ramah banget, pakai ngomong 'assalamaualaikum, kakak mau beli kacang nggak?' tadinya aku enggak pingin beli. Terus aku tanya kenapa kamu jualan kacang? Kata Sudarman di bantuain ibunya buat bayar kontrakan. Ya udah hari pertama aku beli satu, terus besok-besoknya dua, tiga terus kemarin sepuluh Bun. Anak-anak cowo yang biasanya acuh aja pada beli."
Amira: "Kemarin kan dia masuk kelas aku, kacang tinggal Satu, temen-temen aku sampai berebutan....ada yang nekat mau bayar double."
Aku bertanya "Apa yang kalian pelajari dari kisah Sudarman?"
Amira dan Sekar kompak menjawab "bersyukur!!!"
Ya anak-anakku, kita wajib bersyukur atas rezeki yang berlimpah yang diberikan Allah kepada kita. Tidak sekalipun kita kekurangan makan, malah kita tinggal memilih menu apa yang kita mau. Alhamdulillah....semoga Sudarman diperluas rezekinya olwh Allah SWT. Aamiin
Sekar: "Masa bun, di sekolahku ada anak namanya Sudarman, dia kelahiran 1997, tampangnya emang kelihatan lebih tua sih."
Sekar kelahiran Januari 2000, sekarang kelas 8 sementara Amira kelahiran November 2001, sekarang kelas 7, keduanya bersekolah di SMPN 3 Depok.
Sekar: "Mungkin baru punya uang ya Bun buat sekolah?"
Bunda: "Menurut bunda, mungkin karena ada program sekolah negeri wajib menerima murid yang kurang mampu 20% dari jumlah murid yang sekolah terima."
Amira: "Iya ma, bisa jadi. Dia kelasmya di sebelah aku loh, kelas 7-6."
Sekar: "Sudarman ini jualan kacang, ada dua macam, yang satu asin terus satunya manis. Sebenarnya kacangnya enggak terlalu enak, tapi kemarin aku beli 10."
Amira: "Kacangnya tuh di plastik segini nih, harganya seribu satunya. Biasanya dia bawa 2 kantong plastik." Sambil memperagakan ukuran tinggi plastik dengan jarinya."
Sekar: " Sudarman itu kalau nawarin kacangnya ramah banget, pakai ngomong 'assalamaualaikum, kakak mau beli kacang nggak?' tadinya aku enggak pingin beli. Terus aku tanya kenapa kamu jualan kacang? Kata Sudarman di bantuain ibunya buat bayar kontrakan. Ya udah hari pertama aku beli satu, terus besok-besoknya dua, tiga terus kemarin sepuluh Bun. Anak-anak cowo yang biasanya acuh aja pada beli."
Amira: "Kemarin kan dia masuk kelas aku, kacang tinggal Satu, temen-temen aku sampai berebutan....ada yang nekat mau bayar double."
Aku bertanya "Apa yang kalian pelajari dari kisah Sudarman?"
Amira dan Sekar kompak menjawab "bersyukur!!!"
Ya anak-anakku, kita wajib bersyukur atas rezeki yang berlimpah yang diberikan Allah kepada kita. Tidak sekalipun kita kekurangan makan, malah kita tinggal memilih menu apa yang kita mau. Alhamdulillah....semoga Sudarman diperluas rezekinya olwh Allah SWT. Aamiin
Selasa, 27 Mei 2014
Mentalitas "ndoro"
Menurut Bunda, mentalitas "ndoro" merupakan penyebab utama bangsa kita jalan di tempat walau pun sudah merdeka hampir 69 tahun.
Entah dari mana asal muasal mentalitas "Ndoro", mungkin karena dijajah terlalu lama, sehingga muncul keinginan terpendam untuk tidak lagi melayani, tapi dilayani. Kalau perlu menginjak-injak yang melayani. Tapi anehnya mentalitas "ndoro" masih ada di era sekarang yang nota bene generasi bunda maupun anak-anak bunda enggak pernah hidup di jaman penjajahan.
Kayak apa sih sebenarnya mentalitas "ndoro" yang bunda maksud. Antara lain contohnya:
1. Ibu-ibu sering panik kalau pembantunya ijin sakit atau mudik, padahal Si ibu tidak bekerja/berkarir di luar rumah. Sebenarnya tidak ada masalah kalau si ibu mau beresin rumah, bersihin kamar, nyuci, nyeterika dan masak sendiri. Cuma menghabiskan waktu maksimal 4 jam. Kalau bangun jam 5 pagi, jam 9 juga sudah beres semua. Masih banyak waktu buat ngrumpi, nyalon atau melakukan "me time". Anggap saja membakar kalori.
2. Seringkali kita masuk toilet di mall, toilet ditinggalkan seorang cewe muda dan cantik dalam keadaan kotor dan bercecer air seni. Enggak mau untuk sekedar ng-flush pipisnya sendiri ? Atau membersihkan cecerannya dengan tissue yang sudah disediakan sekalipun. Bekasnya sendiri loh! Memang siapa yang mau dijadikan babunya Dia?
3. Belum lagi habis cuci tangan di wastafel di mall. Deuilah....tuh wastafel sampai kaca-kacanya basah kuyub. Padahal enggak sampai semenit, ambil tissue lalu bersihkan sisa air yang kita cipratkan sendiri. Kalau enggak mau, yah jangan lebay basahin wastafel umum, yang dicuci tangankan? Bukan wastafel.
4. Belum lagi kalau di mesjid, sudah menggunakan mukena yang disediakan mesjid, rapikan lagi, lipat atau gantung kembali di kapstok yang disediakan. Gaya "ndoro" seringkali membuat kita meninggalkan semuanya numpuk begitu saja.
Kenapa bunda memberi contoh kalangan menengah ke atas? Karena sebagai orang yang mengaku berpendidikan dan punya kelas, selayaknya kita mengikis mental "ndoro" sudah enggak jaman lagi. Yuk kita Mandiri agar bangsa Indonesia jadi bangsa yang besar dalam waktu yang tidak lama lagi. Mulai dari diri kita sendiri karena hanya diri kita sendiri yang bisa mengubah nasib kita sendiri.
Entah dari mana asal muasal mentalitas "Ndoro", mungkin karena dijajah terlalu lama, sehingga muncul keinginan terpendam untuk tidak lagi melayani, tapi dilayani. Kalau perlu menginjak-injak yang melayani. Tapi anehnya mentalitas "ndoro" masih ada di era sekarang yang nota bene generasi bunda maupun anak-anak bunda enggak pernah hidup di jaman penjajahan.
Kayak apa sih sebenarnya mentalitas "ndoro" yang bunda maksud. Antara lain contohnya:
1. Ibu-ibu sering panik kalau pembantunya ijin sakit atau mudik, padahal Si ibu tidak bekerja/berkarir di luar rumah. Sebenarnya tidak ada masalah kalau si ibu mau beresin rumah, bersihin kamar, nyuci, nyeterika dan masak sendiri. Cuma menghabiskan waktu maksimal 4 jam. Kalau bangun jam 5 pagi, jam 9 juga sudah beres semua. Masih banyak waktu buat ngrumpi, nyalon atau melakukan "me time". Anggap saja membakar kalori.
2. Seringkali kita masuk toilet di mall, toilet ditinggalkan seorang cewe muda dan cantik dalam keadaan kotor dan bercecer air seni. Enggak mau untuk sekedar ng-flush pipisnya sendiri ? Atau membersihkan cecerannya dengan tissue yang sudah disediakan sekalipun. Bekasnya sendiri loh! Memang siapa yang mau dijadikan babunya Dia?
3. Belum lagi habis cuci tangan di wastafel di mall. Deuilah....tuh wastafel sampai kaca-kacanya basah kuyub. Padahal enggak sampai semenit, ambil tissue lalu bersihkan sisa air yang kita cipratkan sendiri. Kalau enggak mau, yah jangan lebay basahin wastafel umum, yang dicuci tangankan? Bukan wastafel.
4. Belum lagi kalau di mesjid, sudah menggunakan mukena yang disediakan mesjid, rapikan lagi, lipat atau gantung kembali di kapstok yang disediakan. Gaya "ndoro" seringkali membuat kita meninggalkan semuanya numpuk begitu saja.
Kenapa bunda memberi contoh kalangan menengah ke atas? Karena sebagai orang yang mengaku berpendidikan dan punya kelas, selayaknya kita mengikis mental "ndoro" sudah enggak jaman lagi. Yuk kita Mandiri agar bangsa Indonesia jadi bangsa yang besar dalam waktu yang tidak lama lagi. Mulai dari diri kita sendiri karena hanya diri kita sendiri yang bisa mengubah nasib kita sendiri.
Selasa, 20 Mei 2014
Kamis, 08 Mei 2014
De Arya dating dengan Kak Mia
Sedari pulang sekolah De Arya sudah heboh, mau minta antar si encing (sebutan buat ART paruh waktu Kami) ke Indomart membeli sosis.
Pergilah mereka berdua ke Indomart. Sampai rumah, sosis diiris-iris oleh De Arya, digoreng oleh encing lalu ditaruh piring, kasih saus tomat, saus sambel belibis, ditata rapi oleh De Arya dengan dua garpu. Waktu menunjukkan pukul 11:45 WIB.
Aku pikir mau dimakan Oleh De Arya. Ternyata di taruh di meja dan ditutup dengan penutup makanan.
De Arya bersiap wudhu lalu sholat di masjid.
Sepulang sholat, sosisnya belum dimakan juga. Ya Allah ternyata De Arya menunggu Kak Mia pulang Sekolah.
Setelah Kak Mia berganti pakaian dan sholat. Mereka berdua duduk bersama dan menikmati sosis goreng itu dengan lahap.
Pemandangan yang mengharukan....mereka berdua menikmati "dating" dengan kegembiraan.
Semoga kerukunan ini terus terjalin ....Ya Rabb, kabulkanlah doaku...aamiin.
Pergilah mereka berdua ke Indomart. Sampai rumah, sosis diiris-iris oleh De Arya, digoreng oleh encing lalu ditaruh piring, kasih saus tomat, saus sambel belibis, ditata rapi oleh De Arya dengan dua garpu. Waktu menunjukkan pukul 11:45 WIB.
Aku pikir mau dimakan Oleh De Arya. Ternyata di taruh di meja dan ditutup dengan penutup makanan.
De Arya bersiap wudhu lalu sholat di masjid.
Sepulang sholat, sosisnya belum dimakan juga. Ya Allah ternyata De Arya menunggu Kak Mia pulang Sekolah.
Setelah Kak Mia berganti pakaian dan sholat. Mereka berdua duduk bersama dan menikmati sosis goreng itu dengan lahap.
Pemandangan yang mengharukan....mereka berdua menikmati "dating" dengan kegembiraan.
Semoga kerukunan ini terus terjalin ....Ya Rabb, kabulkanlah doaku...aamiin.
Rabu, 07 Mei 2014
Self Talk = Self Hypnosis
Yuk selalu "positive self talk" sehingga semua tindakan kita jadi positif dan menjadi kebiasaan melakukan hal yang positif, lalu karakter kita akan selalu positif, kemudian realitas hidup kita jadi positif pada akhirnya "belief" kita menjadi selalu positif.
Dalam kehidupan keseharian kita, kita sering kali secara tak sengaja melakukan negative self talk, misalnya:
- Duh bete, masalah makin numpuk aja.
- Gak yakin bisa ngerjain tugas tabus ini, bisa enggak ya?
- Enggak bakal beres nih PR gue
- Nanti gue pasti kalah deh kalau tanding sama dia.
- Omongan tuh orang pasti nyesekin hati gue deh.
Kalimat yang dipikirkan atau diucapkan berulang-ulang akan jadi program pikiran yang permanen bagi kita dan akhirnya menjadi tindakan.
Yuk mulai sekarang lakukan "positive self talk"
- Gue yakin bisa ngerjain tugas tabus ini, dan nilai gue pasti bagus.
- PR gue pasti selesai dua jam lagi dan benar semua.
- Gue pasti menang kalau tanding sama dia.
- Orang itu pasti muji gue.
Hal yang sebenarnya mudah kita lakukan asal terus berlatih.
#selfhypnosis by BundaFlora
Dalam kehidupan keseharian kita, kita sering kali secara tak sengaja melakukan negative self talk, misalnya:
- Duh bete, masalah makin numpuk aja.
- Gak yakin bisa ngerjain tugas tabus ini, bisa enggak ya?
- Enggak bakal beres nih PR gue
- Nanti gue pasti kalah deh kalau tanding sama dia.
- Omongan tuh orang pasti nyesekin hati gue deh.
Kalimat yang dipikirkan atau diucapkan berulang-ulang akan jadi program pikiran yang permanen bagi kita dan akhirnya menjadi tindakan.
Yuk mulai sekarang lakukan "positive self talk"
- Gue yakin bisa ngerjain tugas tabus ini, dan nilai gue pasti bagus.
- PR gue pasti selesai dua jam lagi dan benar semua.
- Gue pasti menang kalau tanding sama dia.
- Orang itu pasti muji gue.
Hal yang sebenarnya mudah kita lakukan asal terus berlatih.
#selfhypnosis by BundaFlora
Kamis, 06 Maret 2014
JANJI HATI
Sebelum mengenal pria yang
akhirnya menikahiku di tanggal 13 Apri 1999, hingga usia 25 tahun, tak sekalipun aku menjalan hubungan
dengan pria yang biasa dikenal dengan istilah “pacaran”. Sejak kecil,
aku lebih banyak punya teman pria ketimbang teman perempuan. Aku merasa
berteman pria, dapat lebih bisa bicara apa adanya karena umumnya pria tidak
mudah tersinggung atau sakit hati.
Ketika aku bekerja di Marine
Science Education Project, Directorate Higher Education Project, Ministry of
Cultural & Education di Tahun 1994, ada seorang pria yang tertarik
padaku. Semula aku tidak terlalu perduli,
namun pria tersebut tak pernah gentar untuk mendekatiku. Ada saja yang dititipkannya lewat office
boy, entah itu coklat, lanting, brem,
snack lainnya, Itu dilakukannya setiap hari, pantang menyerah. Pernah juga,suatu ketika dia menunggui aku
yang sedang lembur hingga pukul 24:00.
Padahal kami tidak janjian, namun begitu aku turun ke lobby gedung,
sudah ada taksi yang menghampiri dan dia sudah ada di dalam taksi tersebut mengantarkan
aku pulang hingga ke Depok. Walau di
sepanjang perjalanan dari Jl. Jend Sudirman, Jakarta hingga ke rumah, aku tidak
sekalipun mengajak dia bercakap-cakap,
kecuali ucapan terima kasih ketika sudah tiba di rumah. Hal ini bukan sekali dua, dia lakukan tetapi
seringkali.
Hingga aku yakin, pria ini
adalah yang terbaik untukku. Yang mampu
menghadapi diriku yang sangat tak acuh dengan lingkungan yang aku tidak ingin
perdulikan. Pria ini mampu mendamaikan
hatiku ketika aku marah padanya, dia
bersedia mengalah hingga emosiku mereda, pria ini pun yang mampu membuatku
punya rasa segan dan sungkan, pria ini mampu berbagi suka dan duka denganku.
Dia memang jauh dari sempurna
dari pria impianku, yang kubayangkan jago main gitar, putih, berdagu nyakil dan
tanpa kumis. Namun dia punya begitu banyak kasih sayang dan cinta yang
senantiasa mengisi ruang hatiku. Kuberjanji akan menyayang, mengasih dan
mencintai dia selamanya.
Kami menikah dan tumbuh
bersama-sama dalam ketakwaan kami hanya padaNYA, mendidik ketiga buah cinta kami, berbagi rezeki
bersama, berbagi suka-duka, mudah-mudahan hingga ajal memisahkan kami, aamin.
Kami yakin, rezeki kami adalah rezeki berdua yang
diberikan Allah SWT dari segala penjuru yang tak pernah kita duga, sebagaimana
yang firmanNYA “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan
menunjukkan kepadanya jalan keluar dari kesusahan, dan diberikanNya rezeki dari
jalan yang tidak disangka-sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah,
niscaya Allah mencukupkan keperluannya.” (Surah At-Talaq ayat 2-3)
Selasa, 25 Februari 2014
Quiz Penantang Terakhir Tayang di Metro TV Tanggal 19 Oktober 2013
Tahun lalu, kami mengikuti Quiz Penantang Terakhir di Metro TV, berikut oleh-olehnya di bagi dalam 5 Segmen.
Segmen 1:http://www.youtube.com/watch?v=mnQPDtkXN2M&feature=youtu.be
Segmen 2:http://www.youtube.com/watch?v=l5WS2-JRIJQ&feature=youtu.be
Segman 3: https://www.youtube.com/watch?v=l5WS2-JRIJQ
Segmen 4: https://www.youtube.com/watch?v=HTb1qv-F_LM
Segmen 5:
Dan akhirnya....hikmah menurut kata suami secara ikhlas.
Segmen 1:http://www.youtube.com/watch?v=mnQPDtkXN2M&feature=youtu.be
Segmen 2:http://www.youtube.com/watch?v=l5WS2-JRIJQ&feature=youtu.be
Segman 3: https://www.youtube.com/watch?v=l5WS2-JRIJQ
Segmen 4: https://www.youtube.com/watch?v=HTb1qv-F_LM
Segmen 5:
Dan akhirnya....hikmah menurut kata suami secara ikhlas.
"JADWAL PELAJARAN HIDUP"
Sabtu, 15 Februari 2014
Mangut Tongkol Asap
Sabtu ini, 15 Februari 2014, untuk mengenalkan pada anak-anak menu tradisional yang sudah turun temurun, bunda masak "Mangut Ikan Tongkol".
Sekar sangat bisa menikmatinya, enak dan pas dengan selera Sekar. Sementara Amira menyukai bumbunanya namun tidak suka dengan rasa asap ikannya. Si bungsu, Arya, berusaha mencoba, namun rasa tongkol yang aneh menurut dia, membuat Arya memilih untuk menikmati lauk yang lain.
Kalau, ayah/abbi...jangan ditanya, ayah sangat suka dan tambah tentunya.
Sekar sangat bisa menikmatinya, enak dan pas dengan selera Sekar. Sementara Amira menyukai bumbunanya namun tidak suka dengan rasa asap ikannya. Si bungsu, Arya, berusaha mencoba, namun rasa tongkol yang aneh menurut dia, membuat Arya memilih untuk menikmati lauk yang lain.
Kalau, ayah/abbi...jangan ditanya, ayah sangat suka dan tambah tentunya.
Senin, 03 Februari 2014
Seni Melipat Kertas (Origami)
De' Arya lagi suka dengan seni melipat kertas, setiap hari bunda diminta memperagakan benda baru hasil karya seni melipat kerja. Bunda harus lebih keras berlatih demi Arya. Sore ini kami buat gajah.
Senin, 27 Januari 2014
Es Lilin Jagung
Anak-anak kami suka sekali akan es lilin, biasanya aku membuat es lilin coklat, vanila, kacang hijau atau cocopandan. Kali ini aku membuat es lilin jagung, ternyata anak-anak suka sekali.
Sabtu, 18 Januari 2014
"Persiapan Makan Bersama di Kiddy Tennis Club, 18 Januari 2014"
Bermula dari BBM dari sahabatku,
Frida dua hari yang lalu "Bun, Sabtu sore kita makan-makan yuk,
merayakan ultah Ajeng (anak Frida) dan Sekar (anak kami)". Kujawab
"boleh juga Frid". Sebenarnya ultah Ajeng ke 13 yang
jatuh pada tanggal 12 Januari dan ultah Sekar ke 14 jatuh di tanggal 13 Januari
. Mulai lah aku mengirimkan broadcast message, sms, WA, BBM ke semua
pelatih, bunda/ayah dan anak-anak yang berlatih tennis di Kiddy Tennis
Club.
Frida akan menyiapkan lasagna
dan birthday cake, Suzy akan menyiapkan salad buah kegemaran anak-anak,
Widi akan membawa mie goreng, lalu apa yang akan kami bawa?
Ayah Sekar menyarankan untuk
membawa es kelapa yang memang enak dan selalu jadi langganan kami bila ada
acara kumpul-kumpul dan makan-makan. Tapi itu cuma pekerjaan gampang, tingga
angkat telepon, pesan lalu bayar.
Kupikir, boleh juga kalau aku
menyiapkan bakso, musim hujan seperti sekarang ini, bakso tentu jadi
sajian yang menarikkan?
Kalau baksonya, aku
tinggal membeli di langganan kami, kuahnya akan kubuat sendiri, karena
aku tidak suka menggunakan MSG atau penyedap masakan. Masih kurang
menantang juga ya?!
Maka kuputusakan membuat siomay
tahu dan siomay pangsit. Pasti enak kalau diisatukan dengan bakso.
Supaya tidak lupa dan kelak bisa
kuulang lagi. berikut resep Siomay Tahu buatanku:

Bahan:
35 tahu matang berbentuk segitiga siap saji, rebus ulang, buang airnya.
250 gram ikan tenggiri dihaluskan
50 gram ebi, direndam dengan air panas dan
dihaluskan
2 siung bawang putih dihaluskan
2 siung bawang putih dihaluskan
2 siung bawang merah
150 gram tepung sagu tani
2 butir telur
2 batang daun bawang, iris halus
1 sendok teh garam
1 sendok teh pala bubuk
2 batang daun bawang, iris halus
1 sendok teh garam
1 sendok teh pala bubuk
Cara membuat:
1. Keluarkan isi tahu, dan pisahkan.
2. Aduk
rata tenggiri, ebi halus,
telur, isi tahu, bawang
putih, daun bawang, garam dan pala bubuk. Aduk sampai kalis.
3. Masukkan
tepung sagu. Aduk rata. Bila masih kurang lembut, tambahkan beberapa
sendok air es.
4. Ambil tahu yang
telah kosong isinya.
Letakan adonan di dalam tahu.
5. Masukkan ke dalam air panas mendidih yang telah
diberi garam dan satu sendok minyak goreng, biarkan tahu hingga
mengapung. Angkat dan tiriskan
6. Kukus kembali
siomay tahu didalam
kukusan yang telah dipanaskan.
Dan berikut
resep Siomay Pangsit
Bahan:
35 lembar kulit pangsit
250 gram ikan tenggiri
dihaluskan
50 gram ebi, direndam dengan air
panas dan dihaluskan
2 siung bawang putih dihaluskan
250 gram tepung sagu tani
2 butir telur
2 batang daun bawang, iris halus
1 sendok teh garam
1 sendok teh pala bubuk
Cara membuat:
1. Aduk rata
tenggiri, ebi halus, telur, bawang putih, daun bawang, garam dan pala bubuk.
Aduk sampai kalis.
2. Masukkan
tepung sagu. Aduk rata. Bila masih kurang lembut, tambahkan beberapa sendok air
es.
3. Ambil
satu lembar kulit pangsit. Letakan adonan di dalam kulit pangsit, bentuk seperti bunga.
4. Masukkan
ke dalam air panas mendidih yang telah diberi garam dan satu sendok minyak
goreng, biarkan adonan hingga mengapung.
Angkat dan tiriskan
5. Kukus
kembali siomay pangsit didalam kukusan yang telah dipanaskan, agar rasanya
lebih mantap.
Resep kuah
bakso sebagai berikut:
Bahan:
5 liter Kaldu ayam
150 gram margarin
150 gram
ebi, direndam dengan air panas dan dihaluskan
10 siung bawang putih dihaluskan
10 siung bawang merahdihaluskan
3 batang
daun bawang, iris halus
3 batang
daun seledri, iris
halus
4 sendok
teh pala bubuk
Garam sesuai selera
2 sendok teh gula pasir. Karena
saya tidak suka menggunakan MSG, gula
akan memberikan cita rasa gurih pada masakan.
Cara membuat:
1. Didihkan kaldu ayam
2. Panaskan margarin di penggorengan hingga
mencair. Masukkan bawang merah, bawang
putih dan ebi, tumis hingga matang.
Masukkan ke dalam air kaldu ayam.
3. Tambahkan
daun bawang dan daun seledri iris.
4. Masukkan, garam, gula dan pala bubuk, biarkan hingga mendidih. Cicipi rasa kuah bakso sesuai selera.
Entah, bagaimana nanti komentar yang menikmati sajian buatkan ku ini, semoga semua suka.
Entah, bagaimana nanti komentar yang menikmati sajian buatkan ku ini, semoga semua suka.
Langganan:
Komentar (Atom)



















