Selasa, 27 Mei 2014

Mentalitas "ndoro"

Menurut Bunda, mentalitas "ndoro" merupakan penyebab utama bangsa kita jalan di tempat walau pun sudah merdeka hampir 69 tahun.

Entah dari mana asal muasal mentalitas "Ndoro", mungkin karena dijajah terlalu lama, sehingga muncul keinginan terpendam untuk tidak lagi melayani, tapi dilayani. Kalau perlu menginjak-injak yang melayani. Tapi anehnya mentalitas "ndoro"  masih  ada di era  sekarang yang nota bene generasi bunda maupun anak-anak bunda enggak pernah hidup di jaman penjajahan.

Kayak apa sih sebenarnya mentalitas "ndoro" yang bunda maksud. Antara lain contohnya:

1. Ibu-ibu sering panik kalau pembantunya ijin sakit atau mudik, padahal Si ibu tidak bekerja/berkarir di luar rumah. Sebenarnya tidak ada masalah  kalau si ibu  mau beresin rumah, bersihin kamar, nyuci, nyeterika dan masak sendiri. Cuma menghabiskan waktu maksimal 4 jam. Kalau bangun jam 5 pagi, jam 9 juga sudah beres semua. Masih banyak waktu buat ngrumpi, nyalon atau melakukan "me time". Anggap saja membakar kalori.

2. Seringkali kita masuk toilet di mall, toilet ditinggalkan seorang cewe muda dan cantik dalam keadaan kotor dan bercecer air seni. Enggak mau untuk sekedar ng-flush pipisnya sendiri ? Atau membersihkan cecerannya dengan tissue yang sudah disediakan sekalipun. Bekasnya sendiri loh! Memang siapa yang mau dijadikan babunya Dia? 

3. Belum lagi habis cuci tangan di wastafel di mall. Deuilah....tuh wastafel sampai kaca-kacanya  basah kuyub. Padahal enggak sampai semenit, ambil tissue lalu bersihkan sisa air yang kita cipratkan sendiri. Kalau enggak mau, yah jangan lebay basahin wastafel umum, yang dicuci tangankan? Bukan wastafel.

4. Belum lagi kalau di mesjid, sudah menggunakan mukena yang disediakan mesjid, rapikan lagi, lipat atau gantung kembali di kapstok yang disediakan.  Gaya "ndoro" seringkali membuat kita meninggalkan semuanya numpuk begitu saja. 

Kenapa bunda memberi contoh kalangan menengah ke atas? Karena sebagai orang yang mengaku  berpendidikan dan punya kelas, selayaknya kita mengikis mental "ndoro" sudah enggak jaman lagi. Yuk kita Mandiri agar bangsa Indonesia jadi bangsa yang besar dalam waktu yang tidak lama lagi.  Mulai dari diri kita sendiri karena hanya diri kita sendiri  yang bisa mengubah nasib kita sendiri.

Tidak ada komentar: