Selasa, 18 November 2014

Teman Atau Bukan?

Diusiaku seperti ini, setelah sekian lama menjalani roda kehidupan, bukan hal yang mudah untuk mendapatkan seorang teman baru, yang kemudian mungkin bisa menjadi salah Satu sahabatku.



Sebagai seorang istri dan bunda dari tiga orang anak, fokus utamaku dalam menjalankan kehidupan untuk saat ini hanya kepada mereka berempat. Perkenalan dengan orang-orang baru pun sebagian besar terjadi di lingkungan ketika aku mendampingi anak-anak dan suami.

Pagi itu sekitar pukul 9:20 WIB, SMS masuk ke HP-ku dari seorang perempuan, ibu dari teman Arya berkegiatan luar sekolah,
** xxxx help me dong,,,ada uang simpanan 800rb ga ntr sore lanngsung digantiin mam **

Nama awal yang disebut diawal bukan namaku, tapi panggilan 'mam' adalah panggilan yang beliau biasa sebutkan untuk aku. Segera kujawab SMS beliau,
** Ini SMS buat aku ya? Bundanya Arya. In sya Allah ada mam. Mau diambil atau gimana? **


Bersamaan dengan SMS yang kukirim, masuk lagi SMS dari beliau 
** Maaf mam salah kirim **

Tak lama kemudian, masuk lagi SMS beliau, kemungkinan setelah membaca balasan dariku, ** Ya mam perlu bngt,,,ntr sore digantiin mam,,trnsfr aj ya mam klo ada 1jt mam,,,kemadiri apa bca bun tp nama suami bun **

Sejenak kuberpikir, ikhlaskah aku memberi pinjaman dalam hitungan jam dengan resiko pinjaman tersebut tidak dibayar tepat waktu atau malah tidak dibayar sama sekali?
Kutanya hati nurani ini, jawabnya bantu saja, ikhlaskan bila tidak diganti, ini ujian buat kami apakah kami bisa berteman atau sekedar sebagai kenalan biasa.
Bismillah....kutanya nomor rekeningnya, ternyata beliau tidak punya rekening di bank, semua atas nama suaminya. Walau agak heran dengan kondisi ini, kutransfer dana yang dibutuhkan.

Pukul 20:10 WIB kuterima lagi SMS dari beliau,
** Bun,,,sbelumnya mhn maaf,,sy baru arah plg dari klp gading takut kemalaman sampe rmh,,bsk pagi aj ya bun,,,,skalian sy minta tlg rek nya bun soalnya bsk ada survyan sblm 8 dimanggarai nti sy trnsfr dari jln bun,,skali lg maaf ya bun n trims **

Kujawab tidak masalah sambil kuberi nomor rekeningku. Anehnya tidak ada sedikitpun keraguan di hati ini, mungkin karena sejak awal aku sudah paham akan resikonya.

Pukul 21:29 WIB aku menerima SMS notification dari Bank sejumlah uang yang aku pinjamkan.

Keesokan harinya beliau SMS aku memberitahukan bahwa uang sudah ditransfer semalam dan mengucapkan banyak terima kasih.

Ya Rabb, syukurku panjatkan padaMU, bertambah lagi seorang temanku yang memiliki nilai hidup yang sama dengan kami, jujur dan tepat janji, alhamdulillah.

Catatan buat yang berkenan membaca:
Cerita ini kubagi untuk mengambil pesan positifnya, mohon abaikan bila ada kesan negatif dari tulisan ini.


Tidak ada komentar: