Senin, 19 Januari 2015

M.A.M.A


Selamat malam mamaku tersayang...
Selamat tidur mamaku...
Semoga tidur lelapmu lepas dari segala beban...
Senyummu kami nantikan esok pagi...

Ma,

Tiap kata yang kutulis untukmu...
Diiringi tetes airmataku...

Ma,

Aku tahu, kita tidak bisa mengisi waktu seperti dulu...
Topik kita tetap menarik ya Ma...
Di sela-sela waktuku memotong kukumu...

Ma,
Ku tak tahu apa pesan Allah bagi kami...
Mama yang kutahu selalu tepat waktu bila shalat...
Mama yang kutahu selalu puasa Senin-Kamis...
Mama yang kutahu selalu bisa berbuat apapun...
Mama yang kutahu selalu rapi dan bersih sepanjang hari...
Mama yang kutahu tak pernah ingkar janji...
Mama yang kutahu tak pernah lupa ulangtahun cucu-cucunya...
Mama yang kutahu selalu membawakan oleh-oleh buat seluruh keluarga...
Mama yang kutahu selalu menyumbangkan baju lamanya sejumlah baju baru yang baru dibelinya...
Mama yang kutahu, memiliki banyak amplop  untuk mengatur keuanganan keluarga, ada amplop dana untuk bayar listrik/air/sampah, amplop dana untuk jajan, amplop dana untuk membantu yang sakit/susah, amplop dana untuk hadiah ultah cucu-cucunya, amplop dana untuk bayar iuran makam oma dan banyak amplop lainnya yang beisi dana-dana untuk berbagai kebutuhan...
Mama yang kutahu selalu merapikan sendal agar selalu sejajar satu sama lain...
Mama yang kutahu mencuci uang kertas dan menyeterikannya sebelum memasukkan ke dompetnya...
Mama yang kutahu selalu memasukkan sesendok garam ke dalam nasi yang hendak ditanak...
Mama yang kutahu dengan banyak kenangan kedisiplinan...

Kini,
Diam terbaring...
Tak hendak menggerakkan badannya...
Tak merasa lapar...
Tak merasa haus...
Tak makan dan minum bila tiada yang menyuapi...
Tak shalat jika tidak dibimbing...

Ma,
Allah SWT pasti punya rencana yang indah untukmu...









Minggu, 18 Januari 2015

Peran orang tua mendampingi dan mengawasi anak-anaknya

Diminggu belakangan ini, bunda menerima banyak broadcast mengenai wafatnya seorang anak laki-laki kelas 8, seusia Amira, anak kedua kami. Serta mendengar pula cerita tentang teman perempuan satu sekolah anak kami  yang ijin ke orang tuanya untuk study tour ke Yogja padahal dia tidak ikut study tour. Dan di hari anak itu pamit sekolah,  sebenarnya anak-anak kami sudah menuju kembali ke Depok dari Yogjakarta. Anak gadis itu pergi dari rumah selama empat hari tanpa bisa sekalipun bisa dihubungi ayahnya.

Bunda coba berbagi dengan cara berpikir bunda, maaf bila ada yang tidak berkenan, bisa jadi sebagian orang yang menganggap apa yang Bunda tulis ini sebagai aib. Namun niat bunda, agar kita bisa saling mengambil hikmah dan pelajaran dari semua ini.


Kita sering sekali dengan mudahnya menyalahkan tren tertentu, pengaruh penggunaan gadgetlah, pengaruh temanlah, materi pendidikanlah, internetlah sampai kesalahan pendidikan anak yang dibebankan pada pemerintah.


Bunda secara pribadi lebih tertarik mengkoreksi diri sebagai orang tua yang sepenuhnya diamanahkan oleh Allah SWT untuk mendidik anak-anak kita. Peran orang tua menurut bunda adalah sebagai pendamping anak dan mengawasi tumbuh kembang anak.


Untuk kasus anak lelaki yang wafat bunuh diri, berdasarkan apa yang bunda baca di media, ayah dan ibunya telah bercerai. Almarhum tinggal bersama nenek dan tantenya yang telah berkeluarga. Ayahnya entah dimana sementara ibu dan adiknya  tinggal di Yogja. Kalau dilihat dari tempat tinggal dan sekolahnya, anak ini berkecukupan dengan berbagai fasilitas. Tapi apakah dengan berbagai fasilitas itu almarhum bahagia.


Sudah beberapa kali, anak ini minta pada ibunya agar dia bisa tinggal dengan sang ibu.  Namun belum dipenuhi,  mungkin sang ibu berpikir, anak ini sudah kelas VIII, nanggung kalau pindah sekolah.

Ibu anak ini tidak mampu membaca signal SOS yang dikirimkan si anak "he needed his mom". Dia punya masalah yang ingin dia cari solusinya namun dia  tidak berhasil mendapatkan solusi yangd baik. Sementara hobbynya yang menonton film dewasa dan kartun yang bertema kekerasan mengekspos tanpa batas. Tidak ada yang mendampinginya ketika menonton. Padahal berbagai signal kekerasan terpampang di poster-poster yang di tempel di dinding kamarnya.

Anak ini merasa sebagai "unwanted child". Tidak ada dekapan ayah bunda ketika dia mengalami masalah, tidak ada kecupan kasih sayang orang tua disaat dia membutuhkannya.

Begitu banyak pengaruh dari luar yang masuk. Ada keterbatasan anak ini untuk menyaringnya, mana yang baik, mana yang bermanfaat, mana yang harus dipilih. Seharusnya orang tua ada di sisinya membantunya melalui semua ini sehingga dia bisa mandiri. Namun semua sudah terjadi, kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Perceraian orang tua tidak boleh jadi derita anak. Dan semoga almarhum diampuni dosa-dosanya, aamiin.

Untuk kasus anak perempuan teman sekolah anak kami, kemanjaan yang diberikan oleh lingkungan keluarga, mengingat anak tersebut, satu-satunya anak perempuan diantara empat bersaudara,   bungsu pula, tanpa pengawasan yang baik bisa jadi membuat orang tua tidak mampu membaca penyimpangan pergaulan yang terjadi.


Selalu tidur bersama ibu setiap malam atau masih dipangku ayah ketika dimarahi kakaknya ketika uang di tabungan yang ditransfer kakaknya hanya tinggal beberapa puluh ribu rupiah, bukan berarti anak perempuan itu tidak punya masalah dan hanya melakukan kenakalan biasa.


Pengetahuan anak tentang berbagai istilah, yang sebenarnya baik jika merupakan bagian dari pengetahuan namun bukan sebagai pengalaman, perlu ditelisik baik-baik. Istilah "hangover", "clubbing di suatu tempat di Jakarta Selatan",  atau "Vodka-tequilla."


Nongkrong di Starbuck sebegitu sering, untuk usia anak 14an tahun, berapa harga satu mug kopi? harga satu smoothies? Demi WiFi gratis? Apa iya?


Uang jajan mingguan anak-anak bunda saja tidak cukup untuk sekali pergi ke Starbuck.


Tiap hari pulang antara jam 19:00 - 20:00an dengan alasan tugas sekolah. Apa iya ada tugas yang harus selalu dikerjakan di luar rumah?


Bunda tidak marah atau malu bila dibilang sebagai ibu yang protektif. Ibu memang harus melindungi anak-anaknya dari hal-hal yang negatif, membantu anak-anaknya untuk memilih jalan yang baik dan mengetahui kemana anak-anaknya pergi, dengan siapa dia pergi, untuk kepentingan apa dia pergi dan jam berapa anak-anaknya akan kembali ke rumah.


Bukan berarti orang tua mengantar anaknya sampai gerbang sekolah, lalu semuanya baik-baik saja, anak benar-benar berkegiatan di sekolah. Cek dan ricek tidak ada salahnya. Tidak harus semua yang mengatas-namakan "sekolah" menjadi hal yang tidak bisa diganggu gugat, bukan?


Bisa jadi anak-anak bunda kesal dengan cara bunda melakukan pendampingan maupun pengawasan.  Bunda masih terus berupaya memberikan pengertian, cara bunda mendampingin kalian adalah cara yang bunda pelajari dari didikan orang tua dan didikan para guru sejak bunda kecil hingga dewasa. Cara ini terus bunda perbaiki seiring bunda mulai berkarir.


Percayalah nak, berkomunikasi yang baik dan benar antara orang tua dan anak menjadi kunci kesuksesan kalian. Bunda titipkan kalian pada guru-guru ketika kalian sekolah/les dengan terus berkomunikasi dengan kalian. Bunda ingin selalu mendampingin kalian hingga kalian kelak bisa mandiri.



Bunda ingin jadi orang pertama yang tahu ketika muka kalian berubah raut ketika kecewa dengan teman kalian, bunda ingin yang pertama memeluk kalian ketika kalian sedang bersedih, bunda ingin yang pertama memberikan cium sayang atas kesuksesan kalian dan bunda ingin kalian tahu bahwa bunda akan selalu ada buat kalian.

Jangan marah ya nak, kalau bunda bawel bertanya setiap kali kalian pulang, apa yang kalian alami sepanjang pagi hingga siang ini? belajar apa tadi? Ada gossip apa di Sekolah?


Jangan bosan ya nak, kalau tiap pagi bunda bertanya, hari ini agendanya apa? Belajar kelompok di rumah siapa? Alamatnya dimana? Mau dibekali nasi buat makan siang atau tidak?


Jangan merasa bunda kepo, karena bunda ingin kalian selalu minta ijin terlebih dahulu bila mampir-mampir dari satu tempat ke tempat lain. Bunda hanya perlu tahu, kalian ada dimana, dan bila kalian butuh bunda, bunda tahu kemana bunda harus datangi kalian.


Jangan bete ya nak, kalau bunda ada di 'path' kalian, di 'twitter' kalian, di IG kalian, ada di 'four square' kalian, atau aplikasi-aplikasi yang lain lagi,  kalau bunda jadi follower teman-teman kalian atau kalau bunda share dengan teman-teman kalian.

Bunda ingin jadi sahabat kalian semua, bunda ingin kalian merasa nyaman dan aman bersama kalian.

Doa bunda tak pernah putus untuk anak-anakku tersayang, atas kehendak Allah SWT semuanya bisa terjadi.


"Yaa Allah, jauhkan syaitan daripada kami dan jauhkan syaitan daripada anak yang akan Engkau anugerahkan kepada kami.

Yaa Allah lindungilah anak-anakku dari perbuatan zhalim dan orang yg menzhaliminya. Sayangi mereka, ampuni mereka. 
Mudahkan pemahaman mereka di sekolah. Tetapkan selalu mereka dalam ketaatan kepadaMU dan kepada RasulMU. Beri mereka teman yang membawa kebaikan dunia dan akhirat. Sayangi dan rahmati mereka teman-temannya. Sayangi dan rahmati mereka dan guru-gurunya. Berkahilah tempat aktifitas mereka, aamiin."

Cara bunda mungkin bukan cara yang biasa dilakukan, namun pahamilah bahwa cara ini yang saat ini bunda rasa paling pas untuk bunda lakukan.


Catatan:

Terima kasih untuk sahabatku Sofie, yang menambahkan doa untuk anak-anak kami.

Senin, 12 Januari 2015

Doa bunda untuk Sekar tersayang di usia 15 tahun

Yaa Rahman....Yaa Rahim,
I pray for my daughter, Sekar, to see the beauty in this world and the goodness in people. Show her how to raise her head in confidence, yet lower it with humility before You. Help her to be a life long learner. May she always gain knowledge, grow in understanding, and find wisdom.
Yaa Allah, help her to close her eyes in restful slumber and open them in appreciation of Your glorious morning light.

Yaa Basir,
I pray for her to love and trust with abundance. Guide her to her soul mate when the time is right. Permeate her heart with joy everlasting.

Dear Sekar,
May you get everything that you wish for today.
May you always stay blessed.

Aamiin aamiin aamiin yaa rabbal alaamiin

It's bunda prayer for your special day.
WISH YOU A VERY HAPPY BIRTHDAY


PS:
I hope you know that Bunda always love you without boundary.